DASAR DAN FUNGSI MANAJEMEN DALAM ORGANISASI BISNIS
A. Hakikat
Bisnis
Kata “bisnis” diadaptasi
dari bahasa Inggris business yang
artinya kesibukan. Dalam konteks
sederhana, yang dimaksud dengan kesibukan adalah melakukan suatu aktivitas atau
pekerjaan yang memberikan keuntungan pada seseorang. Dalam konteks aktivitas,
pengertian bisnis adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh perorangan maupun
organisasi yang melibatkan aktivitas produksi, penjualan, pembelian, maupun
pertukaran barang atau jasa, dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan atau
laba. Sedangkan dalam konteks entitas, pengertian bisnis adalah suatu
organisasi atau badan lain yang bergerak dalam kegiatan komersial, profesional,
atau industri, untuk memperoleh keuntungan.
Dari penjelasan tersebut
dapat kita pahami bahwa penggunaan kata “bisnis” dapat merujuk pada tiga hal,
tergantung lingkupnya, yaitu:
1)
Badan
Usaha, yaitu kesatuan yuridis, teknis, dan ekonomis untuk mencari keuntungan.
2)
Sektor
pasar tertentu, misalnya pasar modal.
3)
Seluruh
aktivitas pada komunitas produsen barang dan jasa.
Menurut Hughes dan Kapoor,
definisi bisnis adalah suatu kegiatan individu yang terorganisasi untuk
menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam
memenuhi kebutuhan masyarakat. Brown dan Pretello berpendapat bahwa bisnis
adalah lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh
masyarakat serta semua hal yang mencakup berbagai usaha yang dilakukan
pemerintah maupun swasta tidak peduli mengejar laba ataupun tidak.
Menurut Jeff Madura,
pengertian bisnis adalah perusahaan yang menyediakan produk atau layanan yang
diinginkan oleh pelanggan. Sedangkan menurut L. R. Dicksee, definisi bisnis
adalah suatu bentuk aktivitas yang utamanya bertujuan untuk memperoleh
keuntungan bagi yang yang mengusahakan atau yang berkepentingan dalam
terjadinya aktivitas tersebut.
Konsep bisnis adalah ide fundamental
yang ada di balik sebuah bisnis. Berdasarkan konsep tersebut, pengusaha dapat
mengembangkan model bisnis, rencana bisnis, serta visi dan misi dari bisnis.
Sebagai contoh, Gojek berawal dari
konsep layanan transportasi murah yang terintegrasi dengan banyak
pengemudi sepeda motor dan taksi. Hasilnya, saat ini banyak pengemudi sepeda
motor dan mobil yang menjadi partner Gojek.
Pada umumnya dalam konsep bisnis
terdapat beberapa komponen utama, yaitu:
1)
Strategi
Inti (Core Strategy), yaitu visi dan misi dari sebuah bisnis yang
meliputi hal-hal ideal yang diharapkan dari bisnis tersebut.
2)
Sumber
Daya Strategis (Strategic Resources), yaitu semua yang berhubungan
dengan kompetensi utama, proses inti, dan aset strategis.
3)
Perantara
Pelanggan (Customer Interface), yaitu semua yang berhubungan dengan
informasi, dukungan dan pemenuhan, dinamika hubungan, dan struktur harga.
4) Jaringan Nilai (Value Network), yaitu semua jaringan nilai yang dapat memperkuat dan melengkapi sumber daya perusahaan.
Tujuan utama dari semua
bisnis adalah untuk mendapatkan laba dengan memproduksi dan menjual barang atau
jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Selengkapnya, beberapa tujuan bisnis
adalah sebagai berikut:
1) Untuk memperoleh keuntungan dari
kegiatan bisnis.
2) Untuk pengadaan barang ataupun jasa
yang dibutuhkan oleh masyarakat.
3) Untuk mencapai kesejahteraan pemilik
faktor produksi dan masyarakat.
4) Menciptakan lapangan pekerjaan bagi
masyarakat.
5) Untuk menunjukkan eksistensi suatu
perusahaan dalam jangka panjang.
6) Untuk meningkatkan kemajuan dan
pertumbuhan ekonomi masyarakat secara umum.
7) Untuk menunjukkan prestise dan prestasi.
Semua kegiatan bisnis
berfungsi untuk membuat sesuatu yang awalnya kurang bernilai menjadi sesuatu
yang bernilai tinggi dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat setelah diolah. Secara
umum, adapun beberapa fungsi bisnis adalah sebagai berikut:
1) Form Utility, yaitu fungsi produksi di mana sebuah
bisnis menghasilkan suatu barang atau jasa yang dibutuhkan masyarakat.
Misalnya, perusahaan furniture, perusahaan jasa keuangan.
2) Place Utility, yaitu fungsi distribusi di mana
sebuah bisnis menyalurkan suatu barang/ jasa ke lokasi terdekat yang bisa
dijangkau konsumen.
3) Possessive Utility, yaitu fungsi penjualan dalam bisnis
di mana sebuah perusahaan menjual suatu produk ke konsumen yang membutuhkan,
baik itu barang maupun jasa.
4) Time Utility, yaitu fungsi penyimpanan dan
pemasaran dalam bisnis, di mana barang pada saat itu kurang bermanfaat untuk
nanti dikeluarkan pada saat barang tersebut lebih bermanfaat.
Sedangkan menurut
Steinhoff dalam bukunya The World of Business (1979), ada tiga
fungsi utama dari suatu bisnis, yaitu:
1) Acquiring Raw Material, yaitu untuk mencari bahan mentah.
2) Manufacturing Raw Materials Into
Product, yaitu
mengubah bahan mentah menjadi barang jadi.
3) Distributing Product to Consumers, yaitu untuk menyalurkan produk yang dihasilkan kepada konsumen.
Saat ini ada banyak jenis bisnis yang dijalankan oleh para pengusaha. Secara umum bisnis dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, antara lain:
1. Bisnis
Manufaktur
Bisnis manufaktur adalah
bisnis di bidang pengolahan bahan baku atau bahan mentah menjadi bahan jadi. Pelaku
usaha di bidang manufaktur adalah produsen yang mengembangkan suatu produk dan
menjualnya ke konsumen, baik secara langsung maupun melalui perantara
(distributor).
Beberapa contoh bisnis di bidang
manufaktur di antaranya:
a. Pabrik plastik.
b. Pabrik baja.
c. Pabrik tekstil.
d. Pabrik kertas.
e. Perusahaan mebel.
f. Pabrik otomotif.
g. Dan lain sebagainya.
2. Bisnis
Jasa
Bisnis jasa adalah bisnis
yang kegiatannya menciptakan dan menjual produk tak berwujud, yaitu jasa atau
layanan kepada konsumen untuk menghasilkan keuntungan. Beberapa contoh bisnis
di bidang jasa di antaranya:
a. Jasa perawatan, misalnya salon.
b. Jasa pendidikan, misalnya sekolah.
c. Jasa kesehatan, misalnya rumah sakit.
d. Jasa keuangan, misalnya Bank.
e. Jasa konsultan, misalnya konsultan
keuangan.
f. Jasa konstruksi bangunan.
3. Bisnis
Perdagangan
Perdagangan adalah jenis bisnis di bidang perniagaan yang membeli produk dari produsen atau mitra lainnya, lalu menjual kembali produk tersebut secara eceran ke konsumen akhir. Jenis bisnis ini berperan sebagai perantara antara produsen dengan konsumen. Beberapa contoh bisnis di bidang perdagangan di antaranya:
a. Toko kelontong.
b. Toko pakaian.
c. Toko grosir.
d. Supermarket.
e. Dan lain sebagainya.
4. Bisnis
Ekstraktif
Bisnis ekstraktif adalah
jenis bisnis yang kegiatan usahanya menambang atau menggali barang tambang di
dalam bumi dimana produk yang dihasilkan merupakan bahan mentah untuk diolah
kembali. Beberapa contoh bisnis di bidang ekstraktif di antaranya:
a. Tambang emas.
b. Tambang minyak bumi.
c. Tambang gas bumi.
d. Tambang tembaga.
e. Dan lain sebagainya.
5. Bisnis
Agraris
Bisnis agraris atau agribisnis adalah jenis bisnis yang kegiatan usahanya di
bidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan. Beberapa
contoh bisnis di bidang agraris di antaranya:
a. Bercocok tanam padi di sawah.
b. Perusahaan kebun kelapa sawit.
c. Budidaya tanaman obat atau herbal.
d. Perkebunan sayur organik.
e. Dan lain sebagainya.
Contoh Bisnis dan Perusahaannya:
Seperti yang dijelaskan di atas bahwa pengertian bisnis ini pada akhirnya akan merujuk pada sektor tertentu. Pada tabel berikut ini dijelaskan beberapa contoh bisnis berdasarkan jenisnya.
|
No |
Jenis Bisnis |
Sektor Bisnis dan |
|
1 |
Bisnis Manufaktur |
1. Otomotif & Komponen: PT. Astra
International Tbk. |
|
2 |
Bisnis Jasa |
1. Transportasi: PT. Garuda Indonesia
(Persero) Tbk. |
|
3 |
Bisnis Perdagangan |
1. Consumer Goods: PT. Matahari Putra Prima
Tbk (Hypermart), PT Hero Supermarket Tbk, PT. Indomarco Prismatama
(Indomaret). |
|
4 |
Bisnis Ekstraktif |
1. Tambang Batu Bara: PT. Adaro Energy Tbk,
PT. Aldiron Petra Tbk, PT. Baramulti Suksessarana Tbk. |
|
5 |
Bisnis Agraris |
1. Perkebunan: PT. Tunas Baru Lampung Tbk,
PT. Andira Agro Tbk, PT. Austindo Nusantara Jaya Tbk. |
- Manajemen dalam Organisasi Bisnis
Dalam
menjalankan bisnis, seseorang perlu mendalami tentang ilmu manajemen. Manajemen
bisnis inilah yang dapat membantu Anda dalam mengelola dan menjalankan bisnis secara benar dan tepat agar
dapat mencapai target-target yang ditetapkan. Tanpa adanya hal tersebut, usaha
atau bisnis Anda bisa berantakan dan terlantar.
Pentingnya pengorganisasian
menyebabkan timbulnya sebuah struktur organisasi, yang dianggap sebagai sebuah
kerangka yang masih dapat menggabungkan usaha-usaha mereka dengan baik. Dengan
kata lain, salah satu bagian tugas pengorganisasian adalah mengharmoniskan
kelompok orang yang berbeda, mempertemukan macam-macam kepentingan dan
memanfaatkan kemampuan-kemampuan kesemuanya ke suatu arah tertentu (George K.
Terry).
Sebenarnya
yang dimaksud dalam tulisan di atas adalah perlu adanya tindakan-tindakan simultan units individu atau yang
terpisah dan secara bersama-bersama dapat menghasilkan suatu efek total yang
lebih besar dibandingkan dengan jumlah komponen-komponen individual. Jadi
pengorganisasian merupakan sebuah kasus yang dapat menimbulkan efek yang sangat
baik dalam upaya menggerakkan seluruh aktifitas dan potensi yang bisa diwadahi
serta sebagai pengawasan manajerial.
1. Fungsi Manajemen menurut George R.Terry:
a. Planning
b. Organizing
c. Actuating
d. Controlling
2. Fungsi Manajemen menurut Luther
Gulick:
a. Planning
b. Organizing
c. Stafing
d. Directing
e. Coordinating
f. Reporting
g. Controlling
3. Fungsi Manajemen menurut Ernest Dale:
a. Planning
b. Organizing
c. Staffing
d. Directing
e. Innovating
f. Respecting
g. Controlling
Manajemen pada prinsipnya bagaimana mengatur kegiatan agar berjalan dengan baik dalam mencapai tujuan secara optimal sesuai dengan yang diinginkan. Tujuan yang diharapkan tersebut akan berhasil dengan baik bilamana kemampuan manusia yang terbatas baik pengetahuan, teknologi, skill maupun waktu yang dimiliki itu dapat dikembangkan dengan membagi tugas pekerjaannya, wewenang, dan tanggung jawabnya kepada orang lain sehingga secara sinergis dan simbiosis mutualisme membentuk kerjasama yang baik maka tidak ada “manajemen”. Kalaupun ada adalah manajemen tradisional atau otoriter.
Manajemen
dikatakan penting dalam menjalankan kegiatan organisasi, pada dasarnya:
1) Pekerjaan
itu berat dan sulit untuk dikerjakan sendiri sehingga diperlukan adanya
pembagian kerja, tugas dan tanggung jawab dalam penyelesaiannya.
2)
Suatu
organisasi akan berhasil guna dan berdaya guna.
3)
Manajemen
yang baik dapat meningkatkan kinerja dari semua potensi yang dimiliki.
4)
Manajemen
yang baik akan menghindari dan mengurangi pemborosan.
5)
Manajemen
merupakan suatu pedoman pemikiran dan tindakan kegiatan organisasi.
6) Manajemen
yang baik selalu mengedepankan kerjasama, keharmonisasi, komunikasi yang
kontruktif, seimbang, searah saling menghormati, dan menghargai mencintai
sebagai tujuan dapat dioptimalkan.
7) Manajemen diperlukan untuk kemajuan, pertumbuhan, dan perkembangan agar lebih baik lagi.
C. Pengertian Manajemen
Manajemen merupakan suatu aktifitas yang berhubungan antara aktifitas satu dengan aktifitas lainnya. Aktifitas tersebut tidak hanya dalam hal mengelola orang-orang yang bekerja di suatu perusahaan, melainkan mencakup tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan dan mencapai sasaran melalui pemanfaatan sumber daya yang ada. Rangkaian aktifitas ini dinamakan proses manajemen, sedangkan orang yang memimpin dan mengatur proses manajemen disebut manajer.
Manajemen merupakan hal yang penting bagi suatu organisasi atau instansi untuk mencapai tujuan dari organisasi atau instansi tersebut. Dalam manajemen sendiri bertujuan untuk mengatur dan mengelola sumber daya yang tersedia dalam organisasi atau instansi.
Kata Manajemen berasal
dari bahasa Prancis kuno ménagement,
yang memiliki arti seni melaksanakan dan
mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara
universal. Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti mengendalikan, terutamanya mengendalikan kuda yang mana dalam bahasa
Latin disebut manus yang berati tangan. Kata ini mendapat pengaruh dari
bahasa Perancis manège yang berarti kepemilikan kuda di mana dalam bahasa
Inggris dan Italia yang berarti seni
mengendalikan. Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris
menjadi ménagement, yang memiliki
arti seni melaksanakan dan mengatur.
Menurut Mary Parker Follet
(dalam Handoko, 2014:8), mendefinisikan bahwa: Manajemen merupakan seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang
lain. Definisi ini mengandung arti bahwa para manajer mencapai
tujuan-tujuan organisasi melalui pengaturan orang-orang lain untuk melaksanakan
berbagai tugas yang mungkin diperlukan.
Menurut G.R Terry (dalam
Hasibuan, 2014:2), menyatakan bahwa: Manajemen
adalah suatu proses khas yang terdiri atas tindakan-tindakan perencanaan,
pengorganisasian, pergerakan dan pengendalian untuk menentukan serta mencapai
tujuan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.
Menurut John D. Millet
(dalam Sukarna, 2011: 2) Management Is
The Process Oif Directing And Facilitating The Work Of People In Formal Group
To Achieve A Desired End (Manajemen adalah proses pembimbingan dan
pemberian fasilitas terhadap pekerjaan orang-orang yang terorganisir dalam
kelompok formil untuk mencapai suatu tujuan yang dikehendaki).
Dari beberapa pengertian
di atas dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah suatu ilmu yang digunakan
untuk mengatur orang lain dalam suatu organisasi agar dapat bekerja dengan
efektif dan efisien sehingga mampu mencapai tujuan dari organisasi tersebut.
D. Jenis
Manajemen yang Diperlukan untuk Bisnis
Agar bisnis dapat berjalan
optimal dan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan, diperlukan beberapa
jenis manajemen lain untuk diterapkan, yaitu:
1. Manajemen
Keuangan
Sesuai namanya, manajemen
keuangan berfungsi untuk mengatur keuangan perusahaan agar arus kas berjalan
stabil sehingga pengeluaran tidak lebih besar daripada pemasukan bisnis. Dengan
adanya pengelolaan keuangan, seluruh komponen keuangan bisnis juga akan terdata
secara rapi, memudahkan Anda untuk melakukan analisis dan meningkatkan peluang
untuk pengambilan keputusan yang lebih akurat dan strategis.
Agar lebih optimal, penggunaan teknologi seperti Sleekr Accounting sangat disarankan karena dapat melakukan integrasi perbankan dengan sistem yang otomatis. Seluruh data keuangan, mulai dari profit margin hingga utang piutang juga tersedia secara real time sehingga Anda bisa selalu mendapatkan data terbaru.
2. Manajemen
SDM
Ada banyak unsur yang berperan dalam kesuksesan bisnis. Salah satu yang terpenting adalah sumber daya manusia (SDM). Manusia lah yang menjadi pemegang kontrol terhadap unsur-unsur lainnya, contohnya seperti uang, material, atau mesin. Karena perannya yang amat krusial, diperlukan penanganan khusus yang disebut juga dengan manajemen SDM. Dengan adanya pengelolaan yang tepat, SDM diharapkan bisa saling bekerja sama secara baik, efektif, dan efisien sehingga tujuan dapat tercapai.
3. Manajemen
Operasional
Dalam bisnis, manajemen
operasional dapat membantu Anda untuk memastikan bahwa kegiatan operasional
sehari-hari berjalan sesuai rencana dan kebijakan yang berlaku. Kegiatan
operasional ini mencakup segala hal yang berhubungan dengan proses produksi,
mulai dari bahan baku, mesin, teknologi hingga metode yang diterapkan dalam
mengubah bahan baku menjadi produk tertentu.
Dengan adanya pengelolaan operasional, Anda bisa memastikan kualitas terbaik untuk bahan baku, mengetahui jumlah bahan baku yang harus disediakan, waktu yang dibutuhkan dalam proses produksi, bagaimana cara melakukan efisiensi waktu serta tenaga, dan masih banyak yang lainnya.
4. Manajemen
pemasaran
Agar produk bisa sampai di
tangan pengguna, Anda membutuhkan pemasaran. Terlebih jika produk Anda
tergolong baru, maka Anda harus menjadi pihak yang lebih aktif melakukan
promosi untuk membuat target market mengetahui kehadiran produk Anda. Proses
pemasaran lah yang bisa membantu Anda dalam hal ini, yakni melalui beberapa
strategi pilihan yang memiliki peluang paling tinggi untuk membawa kesuksesan.
E. Fungsi
Manajemen dalam Organisasi
Menurut KBBI (Kamus Besar
Bahasa Indonesia), organisasi berarti menciptakan suatu struktur dengan
bagian-bagian yang terintegrasi sedemikian rupa sehingga hubungan antara
bagian-bagian dipengaruhi oleh hubungan mereka dengan keseluruhan struktur
tersebut.
Pengorganisasian bertujuan
untuk membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil.
Selain itu, mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang
yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut.
Proses organisasi yang lazim ditempuh
sebagai berikut:
1.
Membagi
pekerjaan yang akan dilakukan, menetapkan tugas-tugas dan tanggung jawab.
2.
Membentuk
susunan jabatan dan peranan dengan pemberian nama.
3.
Membentuk
sistem-sistem kekuasaan dan status formal
4.
Membentuk
suatu struktur organisasi untuk melakukan komunikasi-komunikasi internal.
George R. Terry, 1958
dalam bukunya Principles of Management
(Sukarna, 2011: 10) membagi empat fungsi dasar manajemen, yaitu Planning (Perencanaan), Organizing (Pengorganisasian), Actuating (Pelaksanaan) dan Controlling (Pengawasan). Keempat fungsi
manajemen ini disingkat dengan POAC.
Untuk fungsi pengorganisasian terdapat pula fungsi staffing (pembentukan staf). Para manajer dalam organisasi perusahaan bisnis diharapkan mampu menguasai semua fungsi manajemen yang ada untuk mendapatkan hasil manajemen yang maksimal.
- Planning (Perencanaan)
George R. Terry dalam bukunya Principles of Management (Sukarna, 2011: 10) mengemukakan tentang Planning sebagai berikut, yaitu: Planning is the selecting and relating of facts and the making and using of assumptions regarding the future in the visualization and formulation to proposed of proposed activation believed necesarry to accieve desired result (Perencanaan adalah pemilih fakta dan penghubungan fakta-fakta serta pembuatan dan penggunaan perkiraan-perkiraan atau asumsi-asumsi untuk masa yang akan datang dengan jalan menggambarkan dan merumuskan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan).
- Organizing (Pengorganisasian)
Pengorganisasian tidak dapat diwujudkan tanpa ada hubungan dengan yang lain dan tanpa menetapkan tugas - tugas tertentu untuk masing-masing unit. George R. Terry dalam bukunya Principles of Management (Sukarna, 2011:38) mengemukakan tentang organizing sebagai berikut, yaitu: Organizing is the determining, grouping and arranging of the various activities needed necessary for the attainment of the objectives, the assigning of the people to thesen activities, the providing of suitable physical factors of enviroment and the indicating of the relative authority delegated to each respectives activity (Pengorganisasian ialah penentuan, pengelompokkan, dan penyusunan macam-macam kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan, penempatan orang-orang (pegawai), terhadap kegiatan-kegiatan ini, penyediaan faktor-faktor fisik yang cocok bagi keperluan kerja dan penunjukkan hubungan wewenang, yang dilimpahkan terhadap setiap orang dalam hubungannya dengan pelaksanaan setiap kegiatan yang diharapkan).
- Actuating
(Pelaksanaan/Penggerakan)
Menurut
George R. Terry dalam bukunya Principles
of Management (Sukarna, 2011: 82) mengatakan bahwa: Actuating is setting all members of the group to want to achieve and to
strike to achieve the objective willingly and keeping with the managerial
planning and organizing efforts (Penggerakan adalah membangkitkan dan
mendorong semua anggota kelompok agar supaya berkehendak dan berusaha dengan
keras untuk mencapai tujuan dengan ikhlas serta serasi dengan perencanaan dan
usaha-usaha pengorganisasian dari pihak pimpinan).
- Controlling (Pengawasan)
Menurut
George R. Terry (Sukarna, 2011: 110) mengemukakan bahwa: Controlling can be defined as the process of determining what is to
accomplished, that is the standard, what is being accomplished. That is the
performance, evaluating the performance, and if the necessary applying
corrective measure so that performance takes place according to plans, that is
conformity with the standard (Pengawasan dapat dirumuskan sebagai proses
penentuan apa yang harus dicapai yaitu standard, apa yang sedang dilakukan
yaitu pelaksanaan, menilai pelaksanaan, dan bila mana perlu melakukan
perbaikan-perbaikan, sehingga pelaksanaan sesuai dengan rencana, yaitu selaras
dengan standard atau ukuran). Pengawasan mempunyai perananan atau kedudukan
yang penting sekali dalam manajemen, mengingat mempunyai fungsi untuk menguji
apakah pelaksanaan kerja teratur tertib, terarah atau tidak. Dengan demikian
control mempunyai fungsi untuk mengawasi segala kegaiatan agara tertuju kepada
sasarannya, sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai.
Fungsi organisasi adalah
proses yang ditempuh untuk menyusun atau membentuk suatu organisasi. Salah satu
tugas penting organisasi adalah menciptakan hubungan yang harmonis dalam suatu
kelompok yang terdiri dari berbagai individu dan berbagai macam kepentingan.
F.
Fungsi
Manajemen dalam Organisasi Menurut Para Ahli
1. Menurut George R.Terry
a. Perencanaan (Planning);
b. Pengorganisasian (Organizing);
c. Penggerakan (Actuating);
d. Pengawasan (Controlling).
2. Menurut Luther M. Gulick
a. Perencanaan (Planning);
b. Mengorganisir (Organizing);
c. Melengkapkan Tenaga Kerja (Staffing);
d. Mengarahkan (Directing);
e. Menyelaras/Mengkoordinir (Coordinating);
f. Melaporkan (Reporting);
g. Menyusun Anggaran (Budgeting).
3. Menurut Henry Fayol
a. Perencanaan (Planning);
b. Mengorganisir (Organizing);
c. Memerintah (Commanding);
d. Mengkoordinir (Coordinating);
e. Mengawasi (Controlling).
4. Menurut Koontz dan O. Donnel
a. Perencanaan (Planning);
b. Mengorganisir (Organizing);
c. Melengkapkan Tenaga Kerja (Staffing);
d. Mengarahkan (Directing);
e. Mengawasi (Controlling).
G. Bentuk Struktur Organisasi
1. Organisasi Garis
Organisasi garis
diciptakan oleh Henry Fayol. Ciri-ciri struktur organisasi garis adalah sebagai
berikut:
a. Organisasi masih kecil, praktis, dan
sederhana.
b. Jumlah karyawan sedikit.
c. Pimpinan dan semua karyawan saling
mengenal.
d. Spesialisai kerja belum tinggi.
e. Hanya mengenal satu komando.
f. Struktur organsasi sangat sederhana
2. Organisasi garis dan staf
Organisasi garis dan staf
diciptakan oleh Harrington Emerson. Ciri-ciri organisasi garis dan staf adalah
sebagai berikut:
a. Dipergunakan dalam organisasi yang
bersifat komplek.
b. Daerah kerjanya luas, karyawannya
banyak.
c. Ada dua kelompok karyawan, yaitu
kelompok staf sebagai penasihat dan kelompok
garis sebagai pelaksana
d. Mempunyai bidang-bidang yang beraneka ragam dan rumit.
3. Organisasi fungsional
Organisasi fungsional
diciptakan oleh F.W.Taylor. Ciri-ciri organisasi fungsional adalah sebagai
berikut:
a. Setiap pimpinan dapat memberikan
perintah kepada setiap bawahan sepanjang ada hubungan dengan fungsi atasan
tersebut.
b. Setiap pemimpin dapat menerima
perintah dari pimpinan mana saja asal lebih tinggi kedudukannya
c. Tidak terlalu menekankan pada struktur
hierarki.
H. Peranan
Manajemen dalam Organisasi
Setelah kita membaca dan mengethaui fungsi manajemen dalam organisasi di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa peranan manajemen dalam organisasi yaitu mengatur struktur organisasi manajemen sesuai kehendak yang perusahaan inginkan, membantu manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang-orang yang dibutuhkan dalam perusahaan tersebut, akan mendapatkan pengambilan keputusan yang cepat dalam perusahaan, organisasi akan tersusun dengan baik. Manajemen yang baik haruslah berperan sesuai dengan situasi dan kondisi pada perusahaan atau organisasi. Menajemen yang tidak bisa menjalankan peran sesuai tuntutan perusahaan dapat membawa kegagalan
Berikut ini adalah Peranan
Manajemen yang harus diperankan para Manajer:
1.
Peran
Interpersonal.
Peran interpersonal adalah
hubungan antara manajer dengan orang yang ada di sekelilingnya, meliputi:
a. Figurehead (Simbol Pemimpin); Sebagai simbol
dalam acara-acara perusahaan.
b. Leader (Pemimpin); Menjadi pemimpin yang memberi
motivasi para karyawan atau bawahan serta mengatasi permasalahan yang muncul.
c. Liaison (Penghubung); Menjadi penghubung dengan pihak internal maupun eksternal.
2. Peran Informasi.
Adalah peran dalam
mengatur informasi yang dimiliki baik yang berasal dari dalam maupun luar
organisasi, meliputi:
a. Monitor (Pemantau); Mengawasi, memantau,
mengikuti, mengumpulkan dan merekam kejadian atau peristiwa yang terjadi baik
didapat secara langsung maupun tidak langsung.
b. Disseminator (Penyebar); Menyebar informasi yang
didapat kepada para orang-orang dalam organisasi.
c. Spokeperson (Juru Bicara); Mewakili unit yang dipimpinnya kepada pihak luar.
3. Peran Pengambil Keputusan.
Adalah peran dalam membuat
keputusan baik yang ditentukan sendiri maupun yang dihasilkan bersama pihak
lain, meliputi:
a.
Entrepreneur
(Kewirausahaan); Membuat ide dan kreasi yang kreatif dan inovatif untuk
meningkatkan kinerja unit kerja.
b.
Disturbance
Handler (Penyelesai Permasalahan); Mencari jalan keluar dan solusi terbaik dari
setiap persoalan yang timbul.
c.
Resource
Allicator (Pengalokasi Sumber Daya); Menentukan siapa yang menerima sumber daya
serta besar sumber dayanya.
d.
Negotiator
(Negosiator); Melakukan negosiasi dengan pihak dalam dan luar untuk kepentingan
unit kerja atau perusahaan.
I. Konsep Manajemen dalam Organisasi
1. Manajemen sebagai Ilmu
Dikemukakan oleh Luther
Gullich, manajemen adalah suatu bidang pengarahan yang berusaha memahami
mengapa dan bagaimana orang bekerja sama untuk mencapai sebuah tujuan.
Manajemen sebagai ilmu
pengetahuan itu sendiri telah dipelajari sejak lama dan telah diorganisasikan
menjadi suatu teori. Hal ini dikarenakan di dalamnya menjelaskan tentang
gejala-gejala manajemen, gejala-gejala ini kemudian diteliti dengan menggunakan
metode ilmiah yang dirumuskan dalam bentuk prinsip-prinsip yang diwujudkan
dalam bentuk suatu teori.
Fungsi manajemen sebagai
ilmu pengetahuan adalah untuk menerangkan fenomena-fenomena sehingga dapat
memberikan arahan pada manajer atas apa yang harus dia kerjakan.
2. Manajemen sebagai Seni.
Dikemukakan oleh Henry M
Boettinger manajemen adalah seni dalam mengambil keputusan artinya manajemen
merupakan kemampuan, kemahiran, atau keterampilan menerapkan prinsip-prinsip
serta tehnik-tehnik dalam memanfaatkan sumber daya secara berdaya guna untuk
merealisasi tujuan. Sedang manajemen sebagai suatu seni, di sini memandang
bahwa di dalam mencapai suatu tujuan diperlukan kerja sama dengan orang lain. Bagaimana
cara memerintahkan pada orang lain agar mau bekerja sama? Pada hakikatnya
kegiatan manusia umumnya adalah mengatur (managing).
Untuk mengaturnya diperlukan suatu seni, bagaimana orang lain memerlukan
pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama.
Fungsi manajemen sebagai seni adalah untuk mencapai tujuan yang nyata, mendatangkan hasil atau manfaat.
3. Manajemen sebagai suatu Profesi
Manajemen diartikan
sebagai profesi, karena manajemen membutuhkan keahlian tertentu dalam mencapai
tujuan. Pada zaman moderen ini, semua jenis kegiatan harus dimanajemeni, dalam
arti aturan yang jelas dan sekarang boleh dikata bahwa bidang manajemen sudah
merupakan suatu profesi bagi ahlinya. Mengapa demikian? Karena dalam kegiatan
apapun pekerjaan harus dikerjakan secara efisien dan efektif, sehingga diperoleh
masukan atau input yang besar.
Edgar H Schein dalam
bukunya yang berjudul Organization
Socialization and The Profession on Management menguraikan karakteristik
atau kriteria-kriteria sesuatu bisa dijadikan suatu profesi yaitu para
profesional membuat keputusan atas dasar prinsip-prinsip umum yang berlaku
dalam situasi dan lingkungan. Hal ini banyak ditunjang dengan banyaknya
pendidikan-pendidikan yang tujuannya mendidik siswanya menjadi seorang
professional, misalnya: Akademi Pendidikan Profesi Manajemen, kursus-kursus
atau program-program latihan, dan lain sebagainya.
Para profesional
memperoleh status dengan cara mencapai suatu standar prestasi kerja tertentu,
ini tidak didasarkan pada keturunan, favoritas, suku bangsa, agama dan
kriteria-kriteria lainnya.
J.
Tujuan
dalam Manajemen
Setiap kegiatan yang
dilakukan manusia diharapkan dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Seperti
kita ketahui, tujuan dalam manajemen sangat penting karena tujuan tersebut
dapat mewujudkan suasana kerjasama yang aktif, inofatif, kreatif, efektif,
menyenangkan dan bermakna bagi para karyawan atau anggota.
1. Terciptanya karyawan atau anggota yang
aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahlak mulia, serta keterampilan
yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.
2. Terpenuhinya salah satu dari 4 (empat)
kopetensi bekerja para anggota serta tertunjangnya kopetensi manajerial para
atasan dan anggota sebagai manajer.
3. Tercapainya tujuan yang lebih efektif
dan efisien dalam sebuah organisasi.
4. Terbekalinya tenaga profesional dengan
teori tentang proses dan tugas administrasi kepemimpinan (tertunjangnya profesi
sebagai manajer atau konsultan manajemen).
5. Teratasinya masalah mutu pekerjaan
karena 80% adalah mutu para pekerja disebabkan karena manajemen.
Berdasarkan tujuan
tersebut dapat dipahami bahwa manajemen memiliki paranan penting dalam mencapai
tujuan yang telah ditentukan sejak awal.
K. Organisasi
Ketika enterpreneur
memulai bisnis, ia harus menyusun organisasi yang akan dikelolanya. Organisasi
adalah kumpulan orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu. Didalam
organisasi, jika tujuan yang ditetapkan ingin dicapai secara efektif dan
efisien, maka enterpreneur harus menerapkan konsep manajemen. Manajemen adalah
ilmu pengetahuan dan seni dalam mengelola sumber daya yang tersedia secara
efektif dan efisien untuk mencapai tujuan dan sasaran tertentu. Jadi organisasi
dan manajemen memiliki keterkaitan yang kuat.
Berdasarkan sifatnya,
organisasi dibedakan menjadi dua macam, yaitu organisasi formal dan informal.
Organisasi formal menggambarkan interaksi otoritas yang tegas dan hubungan
struktural dalam suatu organisasi. Hal ini digambarkan ke dalam struktur
organisasi yang mendeskripsikan posisi dan tanggung jawab pekerjaannya.
Organisasi informal menggambarkan interaksi dan hubungan antar pekerja, yang
membentuk suatu pola yang tidak resmi diciptakan dan diatur oleh manajemen.
Dengan konsep
manajemennya, enterpreneur menciptakan organisasi formal, tetapi enterpreneur
juga harus menyadari bahwa selalu ada organisasi informal yang dapat memiliki
sifat positif dan negatif. Nilai positif akan berperan dalam pencapaian tujuan
organisasi. Enterpreneur harus mengelola nilai-nilai yang dalam organisasi
informal sehingga tidak merugikan organisasi secara keseluruhan. Perlu
melakukan proses mengevaluasi kinerja suatu organisasi serta mengambil
tindakan-tindakan koreksi yang diperlukan dalam upaya mencapai tujuan
organisasi.
Di dalam organisasi yang
dikelolanya, enterpreneur menentukan struktur organisasi, yaitu pola formal
tentang bagaimana orang dan pekerjaan dikelompokkan dalam suatu organisasi.
Struktur organisasi ini harus dapat menerjemahkan strategi perusahaan.
Keberadaan struktur organisasi dapat mempengaruhi prilaku, motivasi, kinerja,
kerja sama dan hubungan antar kelompok didalam organisasi.
Enterpreneur sebagai
pemimpin organisasi memiliki tugas untuk menciptakan struktur organisasi yang
dapat mendorong karyawan untuk bekerja keras dan mengembangkan sifat sportif.
Disamping itu juga memfasilitasi individu dan kelompok untuk bekerja sama
secara efektif. Secara umum terdapat 4 jenis struktur organisasi yaitu struktur
organisasi garis, struktur organisasi garis dan staf, struktur organisasi
fungsional, dan struktur organisasi matriks.
1.
Struktur
organisasi garis
Struktur organisasi ini menerapkan aliran wewenang langsung dari top manajemen kepada manajemen dibawahnya. Pemimipin perusahaaan memeliki kewenangan langsung dalam mengawasi bawahannya. Kelemahan model ini adalah tanggung jawab dipikul sepenuhnya oleh pemimpin perusahaan sehingga dapat terjebak pada pekerjaan yang bersifat administratif sehingga kekurangan waktu untuk memikirkan hal-hal dan rencana yang bersifat strategis. Struktur organisasi jenis ini cocok untuk peusahaan berskala kecil dan menengah.
2. Struktur organisasi garis dan staf
Struktur organisasi ini merupakan gabungan antara organisasi lini dan departemen staf. Departemen staf memberikan saran kepada departemen lini. Pengambilan keputusan tetap pada departemen lini. Departemen staf hanya memberikan dukungan tekhnis khusus. Struktur organisasi ini banyak ditemukan pada perusahaan menengah dan besar.
3. Struktur organisasi fungsional
Pada struktur organisasi fungsional, masing-masing manajer adalah spesialis atau ahli dan masing-masing bawahan mempunyai beberapa pimpinan. Manajer memiliki kekuasaan penuh untuk menjalankan fungsi-fungsi yang menjadi tanggung jawabnya.
4. Struktur organisasi matriks
Struktur
organisasi ini merupakan suatu desain struktural yang menugaskan para spesialis
dari berbagai departemen fungsional untuk bekerja pada suatu proyek yang
dipimpin oleh seorang manajer proyek. Manajer proyek mempunyai otoritaas
terhadap slat yang terlibat. Jadi slat yang terlibat memiliki dua atasan, yaitu
manajer lini dan mannajer proyek. Model ini banyak digunakan diperusahaan besar
dan perusahaan multinasional.
Keempat struktur
organisasi tersebut semua dapat digunakan sesuai dengan situasi dan kondisi
yang dihadapi suatu organisasi. Enterpreneur harus dapat memastikan bahwa
struktur organisasi yang dirancang dapat mendorong mencapai tujuan organisasi.
Disamping itu, dengan semakin majunya tekhnologi dan perubahan lingkungan yang
semakin dinamis, struktur organisasi hendaknya lebih fleksibel untuk merespon
perubahan tersebut.
DAFTAR
PUSTAKA
Handoko. 2014. Manajemen Personalia Sumber Daya Manusia, Edisi. Kedua. Yogyakarta: BPFE.
S. P. Hasibuan. 2014. Manajemen Sumber Daya manusia. Bumi. Aksara Jakarta
Suharyadi, Arissetyanto Nugroho, Purwanto dan Maman Faturohman. 2007. Kewirausahaan, Membentuk Usaha Sukses Sejak Usia Muda. Jakarta: Penerbeit Salemba Empat-UMB
Sukarna. 2011. Dasar-dasar Manajemen. Bandung: Mandar Maju



Komentar
Posting Komentar