PENERAPAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA (MSDM) DALAM ORGANISASI BISNIS
PENERAPAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA (MSDM)
DALAM ORGANISASI BISNIS
Manajemen sumber daya
manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup
karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat
menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah
ditentukan. Oleh karena itu, manajer harus menjamin bahwa perusahaan atau suatu
organisasi memiliki tenaga kerja yang tepat di tempat yang tepat, dan pada saat
yang tepat, yang memiliki kemampuan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang akan
menolong perusahaan tersebut mencapai sarana-sarana secara keseluruhan secara
efektif dan efisien.
MSDM adalah pengembangan
dan pemanfaatan personil (pegawai) bagi pencapaian yang efektif mengenai
sasaran-sasaran dan tujuan-tujuan individu, organisasi, masyarakat, nasional,
dan internasional (Faustino, 2003:5). Manajemen sumber daya manusia bisa didefinisikan
sebagai proses serta upaya untuk merekrut, mengembangkan, memotivasi, serta
mengevaluasi keseluruhan sumber daya manusia yang diperlukan perusahaan dalam
pencapaian tujuannya (Sule, 2005:94). Manajemen sumber daya manusia
didefinisikan sebagai perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan
atas pengadaan, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan
pemutusan hubungan kerja dengan maksud untuk mencapai tujuan organisasi
perusahaan secara terpadu (Umar, 2001:331). Dapat disimpulkan bahwa manajemen
sumber daya manusia adalah mengelola sumber daya manusia. Dari keseluruhan
sumberdaya yang tersedia dalam organisasi, sumber daya manusialah yang sangat
penting dan sangat menentukan. Semua potensi yang dimiliki sumber daya manusia
sangat berpengaruh kepada upaya organisasi dalam mencapai tujuan.
Manajemen sumber daya
manusia (MSDM) adalah rancangan sistem-sistem formal dalam sebuah organisasi
untuk memastikan penggunaan bakat manusia secara efektif dan efisien guna
mencapai tujuan-tujuan organisasional. Tidak peduli apakah perusahaan tersebut
merupakan sebuah perusahaan besar yang memiliki 10.000 karyawan atau organisasi
nirlaba kecil yang memiliki 10 karyawan, tetap saja karyawan-karyawan tersebut
harus dibayar, yang berarti dibutuhkan sebuah sistem kompensasi yang baik dan
sah. (Faustino, 2003:10).
Setiap aktivitas MSDM
membutuhkan pemikiran dan pemahaman tentang apa yang akan berhasil dengan baik
dan apa yang tidak. Dalam sebuah lingkungan dimana tantangan angkatan kerja
terus berubah, hukum berubah, dan kebutuhan-kebutuhan dari pemberi kerja juga
berubah, maka MSDM harus terus berubah dan berkembang.
Daya Konsep yang
mendasarinya bahwa setiap karyawan adalah manusia, bukan mesin, dan bukan
semata menjadi sumber daya bisnis. Kajian tentang manajemen SDM menggabungkan
beberapa bidang ilmu seperi psikologi, sosiologi, dan lain-lain. MSDM juga
menyangkut desain dan implementasi system pencernaan, penyusunan karyawan,
pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja, kompensai karyawan
dan hubungan ketenagakerjaan yang baik. Manajemen sumber daya manusia
melibatkan semua keputusan dan praktek manajemen yang mempengaruhi secara
langsung sumber daya manusianya. MSDM diperlukan untuk meningkatkan efektivitas
sumber daya manusia dalam organisasi. Tujuannya adalah memberikan kepada
organisasi satuan kerja yang efektif.
MSDM membicarakan potensi besar tenaga kerja manusia yang merupakan motor penggerak faktor-faktor penunjang kegiatan manajemen yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin melalui sinergi dengan lingkungan. Tidak bias dipungkiri, perubahan teknologi yang sangat cepat, memaksa organisasi untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan usahanya.
1. Ruang
Lingkup MSDM
Ruang lingkup dari MSDM meliputi semua aktivitas yang berhubungan dengan sumber daya manusia dalam organisasi, seperti dikatakan oleh Russel & Bernadin bahwa ”….alll decisions which affect theworkforce corcern the organization’s human resource management function. Aktivitas-aktivitas yang berkaitan denagn MSDM ini secara umum mencangkup (1) Rancangan Organisasi; (2) Staffing; (3) Sistem Reward, tunjangan-tunjangan, dan pematuhan/compliance; (4)Manajemen Performasi; (5) Pengembangan Pekerja dan Organisasi; (6) Komunikasi dan Hubungan Masyarakat.
2. Fungsi
MSDM
Menurut Cherrington (1995:
11), fungsi-fungsi sumber daya manusia adalah sebagai berikut.
a. Staffing/Employment
Fungsi ini terdiri dari
tiga aktivitas penting, yaitu perencanaan, penarikan, dan seleksi sumber daya
manusia. Sebenamya para manajer bertanggung jawab untuk mengantisispasi
kebutuhan sumber daya manusia. Dengan semakin berkembangnya perusahaan, para
manajer menjadi lebih tergantung pada departemen sumber daya manusia untuk
mengumpulkan informasi mengenai komposisi dan keterampilan tenaga kerja saat
ini.
Meskipun penarikan tenaga
kerja dilakukan sepenuhnya oleh departemen sumber daya manusia, departemen lain
tetap terlibat dengan menyediakan deskripsi dari spesifikasi pekerjaan untuk
membantu proses penarikan.
Dalam proses seleksi, departemen sumber daya manusia melakukan penyaringan melalui wawancara, tes, dan menyelidiki latar belakang pelamar. Tanggung jawab departemen sumber daya manusia untuk pengadaan tenaga kerja ini semakin meningkat dengan adanya hukum tentang kesempatan kerja yang sama dan berbagai syarat yang diperlukan perusahaan.
b. Performance Evaluation
Penilaian kinerja sumber
daya manusia merupakan tanggung jawab departemen sumber daya manusia dan para
manajer. Para manajer menanggung tanggung jawab utama untuk mengevaluasi
bawahannya dan departemen sumber daya manusia bertanggung jawab untuk
mengembangkan bentuk penilaian kinerja yang efektif dan memastikan bahwa
penilaian kinerja tersebut dilakukan oleh seluruh bagian perusahaan.
Departemen sumber daya rnanusia juga perlu melakukan pelatihan terhadap para manajer tentang bagaimana membuat standar kinerja yang baik dan membuat penilaian kinerja yang akurat.
c. Compensation
Dalam hal kompensasi/reward dibutuhkan suatu koordinasi yang baik antara departemen sumber daya manusia dengan para manajer. Para manajer bertanggung jawab dalam hal kenaikan gaji, sedangkan departemen sumber daya manusia bertanggung jawab untuk mengembangkan struktur gaji yang baik. Sistem kompensasi yang memerlukan keseimbangan antara pembayaran dan manfaat yang diberikan kepada tenaga kerja. Pembayaran meliputi gaji, bonus, insentif, dan pembagian keuntungan yang diterima oleh karyawan. Manfaat meliputi asuransi kesehatan, asuransi jiwa, cuti, dan sebagainya. Departemen sumber daya manusia bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kompensasi yang diberikan bersifat kompetitif diantara perusahaan yang sejenis, adil, sesuai. dengan hukum yang berlaku (misalnya: UMR), dan memberikan motivasi.
d. Training and Development
Departemen sumber daya manusia bertanggung jawab untuk membantu para manajer menjadi pelatih dan penasehat yang baik bagi bawahannya, menciptakan program pelatihan dan pengembangan yang efektif baik bagi karyawan baru (orientasi) maupun yang sudah ada (pengembangan keterampilan), terlibat dalam program pelatihan dan pengembangan tersebut, memperkirakan kebutuhan perusahaan akan program pelatihan dan pengembangan, serta mengevaluasi efektifitas progam pelatihan dan pengembangan. Tanggung jawab departemen sumber daya manusia dalam hal ini juga menyangkut masalah pemutusan hubungan kerja Tanggung jawab ini membantu restrukturisasi perusahaan dan memberikan solusi terhadap konflik yang terjadi dalam perusahaan.
e. Employee Relations
Dalam perusahaan yang
memiliki serikat pekeja, departemen sumber daya manusia berperan aktif dalam
melakukan negosiasi dan mengurus masalah persetujuan dengan pihak serikat
pekerja. Membantu perusahaan menghadapi serikat pekerja merupakan tanggung
jawab departemen sumber daya manusia. Setelah persetujuan disepakati,
departemen sumber daya manusia membantu para manajer tentang bagaimana mengurus
persetujuan tersebut dan menghindari keluhan yang lebih banyak. Tanggung jawab
utama departernen sumber daya manusia adalah untuk menghindari praktek-praktek
yang tidak sehat (misalnya: mogok kerja, demonstrasi).
Dalam perusahaan yang tidak memiliki serikat kerja, departemen sumber daya manusia dibutuhkan untuk terlibat dalam hubungan karyawan. Secara umum, para karyawan tidak bergabung dengan serikat kerja jika gaji mereka cukup memadai dan mereka percaya bahwa pihak perusahaan bertanggung jawab terhadap kebutuhan mereka. Departemen sumber daya manusia dalam hal ini perlu memastikan apakah para karyawan diperlakukan secara baik dan apakah ada cara yang baik dan jelas untuk mengatasi keluhan. Setiap perusahaan, baik yang memiliki serikat pekerja atau tidak, memerlukan suatu cara yang tegas untuk meningkatkan kedisiplinan serta mengatasi keluhan dalam upaya mengatasi permasalahan dan melindungi tenaga kerja.
f. Safety and Health
Setiap perusahaan wajib untuk memiliki dan melaksanakan program keselamatan untuk mengurangi kejadian yang tidak diinginkan dan menciptakan kondisi yang sehat. Tenaga kerja perlu diingatkan secara terus menerus tentang pentingnya keselamatan kerja Suatu program keselamatan kerja yang efektif dapat mengurangi jumlah kecelakaan dan meningkatkan kesehatan tenaga kerja secara umum. Departemen sumber daya manusia mempunyai tanggung jawab utama untuk mengadakan pelatihan tentang keselamatan kerja, mengidentifikasi dan memperbaiki kondisi yang membahayakan tenaga kerja, dan melaporkan adanya kecelakaan kerja.
g. Personnel Research
Dalam usahanya untuk
meningkatkan efektifitas perusahan, departemen sumber daya manusia melakukan
analisis terhadap masalah individu dan perusahaan serta membuat perubahan yang
sesuai. Masalah yang sering diperhatikan oleh departemen sumber daya manusia
adalah penyebab terjadinya ketidakhadiran dan keterlambatan karyawan, bagaimana
prosedur penarikan dan seleksi yang baik, dan penyebab ketidakpuasan tenaga
kerja. Departemen sumber daya manusia bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan
menganalisis informasi yang menyinggung masalah ini. Hasilnya digunakan menilai
apakah kebijakan yang sudah ada perlu diadakan perubahan atau tidak.
3. Tujuan
MSDM
Tujuan-tujuan MSDM terdiri dari empat tujuan, sebagai berikut.
a. Tujuan
Organisasional
Ditujukan untuk dapat mengenali keberadaan manajemen sumber daya manusia (MSDM) dalam memberikan kontribusi pada pencapaian efektivitas organisasi. Walaupun secara formal suatu departemen sumber daya manusia diciptakan untuk dapat membantu para manajer, namun demikian para manajer tetap bertanggung jawab terhadap kinerja karyawan. Departemen sumber daya manusia membantu para manajer dalam menangani hal-hal yang berhubungan dengan sumber daya manusian Organisasional.
b. Tujuan
Fungsional
Ditujukan untuk mempertahankan kontribusi departemen pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Sumber daya manusia menjadi tidak berharga jika manajemen sumber daya manusia memiliki kriteria yang lebih rendah dari tingkat kebutuhan organisasi.
c. Tujuan
Sosial
Ditujukan untuk secara etis dan sosial merespon terhadap kebutuhan-kebutuhan dan tantangan-tantangan masyarakat melalui tindakan meminimasi dampak negatif terhadap organisasi. Kegagalan organisasi dalam menggunakan sumber dayanya bagi keuntungan masyarakat dapat menyebabkan hambatan-hambatan.
d. Tujuan
Personal
Ditujukan untuk membantu
karyawan dalam pencapaian tujuannya, minimal tujuan-tujuan yang dapat
mempertinggi kontribusi individual terhadap organisasi. Tujuan personal
karyawan harus dipertimbangkan jika parakaryawan harus dipertahankan,
dipensiunkan, atau dimotivasi. Jika tujuan personal tidak dipertimbangkan,
kinerja dan kepuasan karyawan dapat menurun dan karyawan dapat meninggalkan
organisasi (Wikipedia.com).
4. Proses
Manajemen Sumber Daya Manusia
Proses manajemen sumber daya manusia adalah segala proses yang berkaitan dengan upaya yang dilakukan dari mulai perencanaan sumber daya manusia, perekrutan, penandatanganan kontrak kerja, penempatan tenaga kerja, hingga pembinaan dan pengembangan tenaga kerja guna menempatkan dan tetap memelihara tenaga kerja pada posisi dan kualifikasi tertentu serta bertanggung jawab sesuai dengan persyaratan yang diberikan kepada tenaga kerja tersebut. Secara garis besar proses manajemen SDM dibagi ke dalam lima bagian fungsi utama yang terdiri dari: (1) Human Resource Planning; (2) Personnel Procurement; (3) Personnel Development; (4) Personnel Maintenance; dan (5) Personnel Utilization.
a. Perencanaan
Sumber Daya Manusia (Human Resource
Planning)
Perencanaan sumber daya
manusia adalah perencanaan strategis untuk mendapatkan dan memelihara
kualifikasi sumber daya manusia yang diperlukan bagi organisasi perusahaan
dalam mencapai tujuan perusahaan. Paling tidak, ada beberapa langkah strategis
sehubungan dengan perencanaan sumber daya manusia.
1)
Langkah
pertama: Representasi dan refleksi dari rencana strategis perusahaan
perencanaan SDM sudah semestinya merupakan representasi dan refleksi dari
keseluruhan rencana strategis perusahaan. Artinya, kualifikasi sumber daya
manusia yang nantinya dirumuskan sudah semestinya memenuhi kriteria sebagaimana
yang disyaratkan dalam perencanaan strategis perusahaan secara keseluruhan,
serta terintegrasi dengan bagian-bagian perusahaan lainnya.
2)
Langkah
kedua: Analisa dari kualifikasi tugas yang akan diemban oleh tenaga kerja.
Langkah ini merupakan upaya pemahaman atas kualifikasi kerja yang diperlukan
untuk pencapaian rencana strategis perusahaan.
3)
Langkah
ketiga: Analisa ketersedian tenaga kerja. Langkah ini merupakan sebuah
perkiraan tentang jumlah tenaga kerja beserta kualifikasinya yang ada dan
diperlukan bagi perencaan perusahaan di masa yang akan datang. Termasuk di
dalam langkah ini adalah berapa jumlah tenaga kerja yang perlu di promosikan, ditransfer,
dan lain sebagain, berdasarkan evaluasi kegiatan perusahaan dalam periode
sebelumnya dan rencana perusahaan pada periode berikutnya, maka perusahaan
menganalisa apakah ketersediaan tenaga kerja yang di miliki oleh perusahaan
mencukupi untuk memenuhi kebutuhan perusahaan di masa yang akan datang
mencukupi atau tidak.
4)
Langkah
keempat: Melakukan tindakan Inisiatif. Analisa terhadap ketersediaan tenaga
kerja yang ada di dalam perusahaan dan keperluannya di masa yang akan datang.
5) Langkah kelima: Evaluasi dan modifikasi tindakan. Manajemen adalah yang terus menerus berkelanjutan. Oleh karena itu, apa yang telah direncanakan dalam manajemen sumber daya manusia juga harus senantiasa di evaluasi dan dilakukan tindakan korektif sekiranya ada ketidaksesuaian atau terjadi perubahan seiring dengan perkembangan yang ada di perusahaan.
b. Penyediaan
Sumber Daya Manusia (Personal Procurement)
Ketersediaan sumber daya
manusia menurut kualifikasi tertentu merupakan konsekuensi logis dan implikasi
dari adanya perencanaan sumber daya manusia di buat, maka langkah selanjutnya
dalam pelaksanaannya adalah penyediaan sumber daya manusia dengan proses
rekrutmen, seleksi, dan penempatan tenaga kerja. Rekrutmen adalah upaya untuk
mendapatkan tenaga kerja yang di butuhkan sesuai dengan kualifikasi sesuai
dengan perencanaan tenaga kerja. Seleksi adalah upaya memperoleh tenaga kerja
yang memenuhi syarat kualifikasi. Penempatan, proses pemilihan kerja yang
sesuai dengan kualifikasi yang dipersyaatkan serta menempatkanya pada tugas
yang telah diterapkan.
c. Pengembangan
Sumber Daya Manusia (Personnnel
Development)
Pengembangan sumber daya
manusia merupakan langkah kelanjutan dari proses penyediaan tenaga kerja yang
pada dasarnya bertujuan untuk memastikan dan memelihara tenaga kerja yang
tersedia tetap memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan sehingga selaras dengan
perencanaan strategis perusahaan serta tujuan perusahaan dapat tercapai
sebagaimana yang direncanakan.
Bagi tenaga kerja yang
baru, program pengembangan ini biasanya diakomodasi melalui program orientasi
perusahaan di mana dalam program ini tenaga kerja diperkenalkan pada lingkungan
kerja perusahaan baik secara internal maupun eksternal perusahaan. Juga
termasuk di dalamnya pengenalan tenaga kerja lainnya sehingga proses kerja
secara tim bias dibentuk sejak awal. Perusahaan perbankan adalah di antara perusahaan
yang senantiasa melakukan program pelatihan orientasi sebelum tenaga kerja
mereka ditetapkan sebagai tenaga kerja yang tetap ataupun tidak.
Bagi tenaga kerja yang lama,
upaya untuk tetap memelihara produktivitas, efektivitas dan efisiensi perlu
terus dilakukan untuk memastikan tenaga kerja tetap terpelihara kualifikasinya
sesuai dengan perencanaan strategis perusahaan. Oleh karena itu,
program-program pembinaan bagi tenaga kerja yang lama juga perlu dilakukan.
Secara garis besar program
pengembangan tenaga kerja dapat dibagi dua, yaitu on the job dan off
the job.
Metode on the job bisa berupa
kegiatan-kegiatan, seperti:
1)
Coaching, yaitu program berupa bimbingan yang
diberikan atasan kepada bawahan mengenai berbagai hal yang terkait dengan
pekerjaan.
2)
Planned progression, yaitu program berupa
pemindahan tenaga kerja kepada bagianbagian lain melalui tingkatan-tingkatan
organisasi yang berbeda-beda.
3)
Job rotation, yaitu program pemindahan tenaga
kerja ke bagian yang berbeda-beda dan tugas yang berbeda-beda, agar tenaga
kerja lebih dinamis dan tidak monoton.
4)
Temporary task, yaitu berupa pemberian tugas pada
suatu kegiatan atau proyek atau jabatan tertentu untuk periode waktu tertentu.
5)
Program
penilaian prestasi atau performance
appraisal.
Adapun metode off the job yang dapat dilakukan
diantaranya adalah:
1)
Executive development programme, yaitu berupa program pengiriman
manajer atau tenaga kerja untuk berpartisipasi dalam berbagai program-program
khusus diluar perusahaan yang terkait dengan analisa kasus, simulasi, maupun metode
pembelajaran lainnya.
2)
Laboratory training, yaitu berupa program yang ditujukan
kepada tenaga kerja untuk mengikuti program-program berupa simulasi atas dunia
nyata yang terkait dengan kegiatan perusahaan di mana metode yang biasanya
digunakan adalah berupa role playing, simulasi, dan lain-lain.
3)
Organizational development, yaitu program yang ditujukan kepada
tenaga kerja dengan mengajak mereka untuk berpikir mengenai bagaimana cara
memajukan perusahaan mereka.
Rekrutmen internal adalah
proses untuk mendapatkan tenaga kerja atau SDM yang dibutuhkan dengan
mempertimbangkan tenaga kerja yang sudah ada atau yang sudah di miliki
perusahaan, seperti halnya rotasi tempat kerja.
Rekrutmen eksternal adalah
proses perekrutan perusahaan yang di dapat dari luar perusahaan atau sering
kali disebut dengan Ousourcing. Upaya ini dapat dilakukan melalui iklan-iklan
di media massa, interview di kampus-kampus, atau melalui agen penyaluran tenaga
kerja tertentu.
Seleksi tenaga kerja
adalah langkah selanjutnya yang harus dilakukan perusahaan setelah perusahaan
menetapkan jenis rekrutmen. Adapun yang dilakukan perusahaan adalah sbb:
1)
Seleksi
Administrasi; proses bagaimana melakukan validasi dan verifikasi atas segala
persyaratan administratif yang dipersyaratkan kepada calon tenaga kerja yang
akan ditempatkan pada suatu jabatan tertentu.
2)
Seleksi
Kualifikasi; perusahaan melakukan seleksi atas calon-calon tenaga kerja dari
sisi kualifikasinya menyangkut kesesuaian calon tenaga kerja denga jabatan yang
akan ditempatinya, dan biasanya dilakukan dengan dua seleksi yaiti seleksi
tertulis dan tidak tertulis.
3)
Seleksi
Sikap dan Perilaku; calon tenaga kerja diuji dari sisi sikap dan perilakunya
sebagai pribadi terkait dengan motivasi, harapan, dan visi.
4)
Penempatan
Tenaga Kerja; dengan adanya program penempatan tenaga kerja yang berbeda-beda
maka kecenderungan dan kualifikasi tenaga kerja akan lebih terlihat oleh
perusahaan.
d. Pemeliharaan
Tenaga Kerja (Personnel Maintanance)
Jika tenaga kerja telah
dipilih dari sumber yang terbaik, kemudian diberikan program terbaik, maka
perusahaan dapat berharap bahwa tenaga kerja yang telah dipilihnya akan
memberikan kinerja terbaik bagi perusahaan. Jika tenaga kerja telah memberikan
kinerja yang terbaik bagi perusahaan, proses selanjutnya adalah pemeliharaan
tenaga kerja. Ini sangat penting untuk dilakukan guna menjamin agar tenaga
kerja yang dimiliki perusahaan terpelihara produktivitas, efektivtas, dan
efisiensinya.
Perusahaan perlu memahami
bahwa tenaga kerja memiliki motif yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pemenuhan
terhadap setiap motif tenaga kerja adalah termasuk hal yang harus dilakukan
perusahaan selain perusahaan menuntut tenaga kerja tersebut untuk menunjukkan
kinerja terbaik bagi perusahaan. Secara garis besar, bentuk pemeliharaan tenaga
kerja yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah berupa program pemberian
kompensasi dan benefit.
Pemberian kompensasi
adalah penghargaan yang diberikan perusahaan sebagai balasan atas prestasi
kerja yang diberikan oleh tenaga kerja. Benefit
suatu bentuk imbal jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan
dimana tujuannya untuk melancarkan proses kerja. Umumnya benefit diperoleh oleh
mereka yang memiliki hubungan kepegawaian dengan sebuah organisasi atau
perusahaan.
1) Kompensasi
Kompensasi umumnya terkait
dengan penghargaan dalam bentuk uang atau sejenisnya yang sering kali dinamakan
sebagai insentif. Program yang perlu dilakukan oleh perusahaan terkait dengan
pemberian kompensasi adalah tingkat upah atau pendapatan (wage-levels) yaitu berapa pendapatan yang akan diberikan kepada
tenaga kerja tersebut sesuaidengan pekerjaan yang dilakukan, demikian juga
struktur penggajian (wage-structure) yaitu tingkatan-tingkatan upah yang akan
diberikan diperusahaan tersebut.
2) Benefit
Benefit adalah penghargaan dan bentuk
perhatian perusahaan selain kompensasi yang diberikan atau disediakan
perusahaan sebagai upaya untuk memelihara tenaga kerja tersebut agar tetap
dapat memberikan kinerja yang terbaik bagi perusahaan sekaligus menjawab apa
yang menjadi kebutuhan tenaga kerja. Benefit yang didapatkan oleh seseorang
dari suatu organisasi bisa dalam bentuk finansial, asuransi kesehatan, asuransi
jiwa, jaminan hari tua, dan lain-lain. Benefit tersebut dapat diterima oleh
seorang karyawan, baik secara langsung maupun tidak langsung.
e. Pemanfaatan
Sumber Daya Manusia (Personnel
Utilization)
Langkah terakhir dari
proses manajemen sumber daya manusia adalah pemanfaatan tenaga kerja. Langkah
ini merupakan upaya untuk memelihara tenaga kerja agar senantiasa sejalan
dengan rencana strategis perusahaan. Perusahaan biasanya melakukan beberapa
program untuk tetap memastikan tenaga kerjanya senantiasa sesuai dengan
perencanaan strategis perusahaan.
Diantaranya program
tersebut adalah promosi, demosi, transfer, atsupun separasi. Promosi adalah
proses pemindahan tenagan kerja ke posisi yang lebih tinggi secara struktural
dalam organisasi perusahaan. Demosi adalah penurunan tenaga kerja pada bagian
kerja yang lebih rendah yang biasanya disebabkan karena adanya penurunan
kualitas tenaga kerja dalam pekerjaannya. Transfer merupakan upaya untuk
memindahkan tenaga kerja kebagian yang lain, diharapkan tenaga kerja tersebut
bisa lebih produktif setelah mengalami proses transfer. Separasi merupakan
upaya perusahaan untuk melakukan pemindahan lingkungan kerja tertentu dari
tenaga kerja ke lingkungan yang lain. (Sule, 2008: 255)
5. Relevansi
dan Pentingnya MSDM
Pentingnya MSDM ini dapat
disoroti dari berbagai perspektif. S.P. Siagian menyoroti relevansi dan
pentingnya MSDM dari enam prespektif yaitu perspektif politik, ekonomi,
sosial-kultural, hukum, administrasi dan teknoligi.
a. Perspektif
Politik.
Pentingnya MSDM pada perspektif ini lebih banyak mengarah pada sudut makro, bahwa sumber daya manusia merupakan asset yang penting yang dimiliki oleh suatu organisasi mulai dari level makro (Negara), bahkan internasional, hingga level mikro. Sumber day amanusia ynag terdidik, trampil, cakap, disiplin, tekun, kreatif, idealis, mau bekerja keras, kuat fisik/mental, setyia pada cita-cita dan tujuan organisasi, akan sangat berpengaruh positif pada keberhasilan dan kemajuan organisasi. Jadi sumber dya manusia memegang peranan sentral dan paling menentukan. Tanpa MSDM yang handal pengolahan, penggunaan dan pemanfaatan sumber-sumber lainnya itu akan menjadi tidak efektif, efisien dan produktif.
b. Perspektif
Ekonomi
Dari perspektif ekonomi
orang sering beranggapan bahwa pemahaman MSDM tidak lain karena untuk
kepentingan ekonomi semata-mata. Anggapan yang demikian dijustifikasikan oleh
kenyataan bahwa manusia sering dipandang sebagai salah satu faktor produksi
untuk menghasilkan barang dan jasa oleh satuan-satuan ekonomi. Manusia tidak
bisa disamakan dengan begitu saja dengan mesin, peralatan, modal, metode dan
pasar. Hal seperti tersebut merupakan tindakan yang mengingkari kenyataan bahwa
manusia sebagai makhluk yang dinamis, penuh cinta, rasa, dan karsa.
Jadi, manusia adalah pusat segalanya bagi suatu organisasi. Manusia bisa menjadi pusat persoalan organisasi manakala tidak dikembangkan dan tidak ditingkatkan potensi-potensinya. Sebaliknya manusia merupakan pusat segala keberhasilan organisasi manakala segala dayanya dikembangkan secara wajar dan meyakinkan.
c. Perspektif
Hukum
Dalam organisasi terdapat berbagai peraturan, ketentuan, atu perjanjian yang kesemuanya dasarnya mengatur tentang hak dan kewajiban secara timbal balik antar organisasi dengan anggotanya, antara orang yang memperkerjakan dengan orang yang dipekerjakan. Pemeliharaan keseimbangan tersebut menuntut adanya kejelasan mengenai hak dan kewajiban itu sendiri dari masing-masing pihak dalam organisasi. Semua itu bisa menjadi jelas dan bisa diwujudkan hanya melalui suatu sistem manajemen yang tepat. MSDM yang dikelola secara tepat dan teratur merupakan alternative yang paling relevan.
d. Perspektif
Sosial Kultural
Ada dua alasan utama yang
mendasari perspektif ini.
Pertama, sisi yang satu
ini lebih peka karena berkaitan langsung harkat dan martabat manusia.
Kesempatan berkarya merupakan upaya untuk meningkatkan harkat dan martabatnya.
Harkat dan martabat tidak bisa diukur dengan hal-hal yang bersifat kebendaan
tetapi juga non fisisk, dimana bekerja tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan
fisik saja melainkan juga untuk diwujudkannya kebutuhan sosio-psikologis.
Kedua, ditekankan bahwa sulit diperoleh suatu sistem MSDM yang bebas nilai. Pemenuhan kebutuhan sosio-psikologis teriakt pada norma-norma sosial yang berlaku didalam masyarakat dimana ornag itu menjadi bagian. Nilai-nilai itulah yang akan menentukan baik-buruknya, wajar-tidaknya, dan sekaligus menjadi barometer penilaian bagi seseorang.
e. Perspektif
Administrasi
Perspektif ini menekankan bahwa peranan organisasi pada zaman modern ini menjadi semakin penting. Tanpa organisasi dan tanpa bantuan orang lain tidak akan bisa mewujudkan impiannya. Ketergantungan kepada orang lain inilah yang mendorong manusia untuk berorganisasi. Ini mengindikasikan bahwa maju atau mundurnya kehidupan manusia tergantung pada kemampuannya untuk mengatur dan memanfaatkan sumber daya yang ada pada organisasi. Disinilah letak relevansi dan pentingnya MSDM.
f. Perspektif
Teknoloogi
Relevansi dan pentingnya
MSDM tidak terlepas dari berbagi perkembangan dan kemajuan yang dicapai
dibidang IPTEK. Manusia diharapkan agar dapat menyesuaikan diri dengan berbagai
perkembangan terbut. Untuk itu manusia perlu berbekal kemampuan, kecakapan,
ketrampilna yang sesuai. Hal ini hanya bisa dicapai melalui suatu system
manjemen sumber daya manusia yang tepat. (Faustino, 2003: 15).
DAFTAR PUSTAKA
Barry,
Render dan Jay Heizer. 2001. Prinsip-prinsip
Manajemen Operasi: Operations Management. Jakarta: Salemba Empat
Cahyani,
Ati . 2005. Strategi dan Kebijakan
Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Indeks.
Cherrington,
David J. 1995. The Management of Human
Resources (4th Edition). New Jersey: Prentice Hall Inc
Faustino, Cardoso. 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Andi Offset.
Siagian P. Sondang. 2007. MPA: Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Sule,
Ernie Tisnawati., Kurniawan Saefullah. 2005. Pengantar Manajemen Edisi 1. Jakarta: Kencana Prenada Media.
Umar,
Husein. 2001. Strategic Management in
Action. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Komentar
Posting Komentar